e book (9) general (3) guitar (2) Lyric lagu (9) story (4)

Sunday, July 29, 2012

Kisah tauladan

assalamualaikum wr.wb.
hi gan...!! gimana kabar nya nih selama bulan puasa ini kuat puasa?? hehehe :) harus doonk..ya.....
ini ada suatu kisah yg inpiratif bgt menurut saya gan yaitu tentang "mati suri"kisah ini saya baca di kaskus pas lagi iseng2 baca, eh.... malah nemu ceita orang mati suri,saya rasa kisah ini cocok dg tema sekarang ini yg lagi bulan puasa.

Pengalaman mati suri ini di alami seorang yg bernama Aslina , Aslina adalah warga Bengkalis yg mati suri 24 Agustus 2006 lalu. Gadis berusia sekitar 25 tahun itu memberikan kesaksian saat nyawanya dicabut dan apa yg disaksikan ruhnya saat mati suri.

 Sebelum Aslina memberi kesaksian,pamannya Rustam effendi memberikan penjelasan pembuka . Aslina berasal dr keluarga sderhana, ia telah yatim. Sejak kecil cobaan telah datang pada dirinya, pd umur 7tahun tubuhnya terbakar api shingga hrus mnjalani 2 kali operasi . Menjelang usia SMA ia termakan racun, sebab itu ia menderita selama 3tahun, pd umur 20 thun ia terkena gondok . Gondok tsb mnyebabkan bbrpa krusakan pd jantung dan mata nya . Kalau di operasi maka akn trjadi pendarahan , jelas paman nya. Oleh krn itu aslina hnya diberi obat. Namun kondisi nya ttp lemah . Malam itu ia dimasukan ke UGD, saat itu detak jantung dan nafasnya sesak. Lalu ia dibawa ke luar UGD msk kruang perawatan, Aslina sperti orang menjelang sakratulmaut. Lalu saya ajarkn kalimat thoyyibah dan syahadat. Stelah itu dalam pandangan saya Aslina menghembuskan nafas terakhir . Ungkap paman nya.
 Setelah pamannya membri pengantar , lalu Aslina memberi kesaksiannya .
Mati adalah pasti, kita ini calon2 mayat, calon penghuni kubur . "Saya telah merasakan mati", kata ank yatim itu. Diceritakan , rasa sakit ketika nyawa dicabut itu sperti sakitnya kulit hewan ditarik dari daging , dikoyak. Bahkan lebih sakit lagi. Diungkapkan, ktika ruhnya tlh trcabut dr jasad , ia menyaksikan di sklilingnya ad dokter,pmannya dan ia juga melihat jasad nya yg terbujur. Stelah itu datang dua malaikat serba putih mengucapkan Assalamualaikum kepada ruh Aslina .Malaikat itu besar, kalau memanggil, jantung rsanya mau copot, gemetar," kata aslina menceritakan pngalaman matinya. Lalu malaikat itu bertanya: "siapa Tuhanmu,apa agamamu, dmana kiblatmu, dan siapa nm orangtua mu" ruh aslina mnjawab smua prtnyaan dg lancar. Lalu ia dibawa ke alam barzah ,"tak ada teman kecuali amal" tambah Aslina. Seperti pengakuan pamannya, Aslina bukan seorang pendakwah, tapi malam itu ia tampil memberikan kesaksian bagaikan seorang muballighah. Di alam barzah ia melihat seseorang ditemani oleh sosok yang mukanya berkudis, badan berbulu dan mengeluarkan bau busuk. Mungkin sosok itulah adalah amal buruk dari orang tersebut. Di alam barzah, ia melanjutkan kesaksiannya, ruh Aslina dipimpin oleh dua orang malaikat. Saat itu ia ingin sekali berjumpa dengan ayahnya. Lalu ia memanggil malaikat itu dengan ''Ayah''. ''Wahai ayah bisakah saya bertemu dengan ayah saya,'' tanyanya. Lalu muncullah satu sosok. Ruh Aslina tak mengenal sosok yang berusia antara 17-20 tahun itu. Sebab ayahnya meninggal saat berusia 65 tahun. Ternyata memang benar, sosok muda itu adalah ayahnya. Ruh Aslina mengucapkan salam ke ayahnya dan berkata: ''Wahai ayah, janji saya telah sampai.'' Mendengar itu ayah saya saya menangis. ayahny brkata kpd Aslina. ''Pulanglah ke rmh, kasihan adik2mu. '' ruh Aslina pun menjawab. ''Saya tak bs pulang, karena janji telah sampai''. alam barzah dan akhirat itu benar-benar ada. ''Alam barzah, akhirat, surga dan neraka itu betul ada. Akhirat adalah kekal,''. Setelah dialog antara ruh Aslina dan ayahnya. Ayahnya tersebut menunduk. Lalu dua malaikat memimpinnya kembali. ia bertemu dgn prempuan yg beramal shaleh yang mukanya brcahaya dan wangi. Lalu ruh Aslina dbwa kursi yang empuk dan didudukkan dkursi trsbt. disebelahnya terdapat seorang perempuan yang menutup aurat, wajahnya cantik. Ruh Aslina bertanya kepada perempuan itu. ''Siapa kamu?'' lalu perempuan itu menjawab.''Akulah (amal) kamu.''. Selanjutnya ia dibawa bersama dua malaikat dan amalnya berjalan menelurusi lorong waktu melihat penderitaan manusia yang disiksa.
 Dsna ia melihat seorang laki-laki yg memikul besi seberat 500 ton, tangannya dirantai ke bahu, pakaiannya koyak-koyak dan baunya menjijikkan. Ruh Aslina bertanya kepada amalnya. ''Siapa manusia ini?'' Amal Aslina menjawab orang tersebut ketika hidupnya suka MEMBUNUH ORANG. Lalu dilihatnya orang yang yang kulit dan dagingnya lepas. Ruh Aslina bertanya lagi ke amalnya tentang orang tersebut. Amalnya mengatakan bahwa manusia tersebut TIDAK PERNAH SHALAT BAHKAN TAK BISA MENGUCAPKAN DUA KALIMAT SYAHADAT KETIKA DI DUNIA. Selanjutnya tampak pula oleh ruh Aslina manusia yang dihujamkan besi ke tubuhnya. Ternyata orang itu adalah manusia yang suka BERZINA. Tampak juga orang saling bunuh, manusia itu ketika hidup suka BERTENGKAR DAN MENGANCAM ORANG LAIN. Dilihatkan juga pada ruh Aslina, orang yang ditusuk dengan 80 tusukan, setiap tusukan terdapat 80 mata pisau yang tembus ke dadanya, lalu berlumuran darah, orang tersebut menjerit dan tidak ada yang menolongnya. Ruh Aslina bertanya pada amalnya. Dan dijawab orang tersebut adalah orang juga suka MEMBUNUH. Tampak pula orang berkepala babi dan berbadan babi. Orang tersebut adalah orang yang suka BERGURU PADA BABI. Ada pula orang yg dihempaskan ke tanah lalu dibunuh. Org trsbut adlh anak yang DURHAKA dan TIDAK MAU MEMELIHARA ORANG TUANYA KETIKA DI DUNIA.
 Perjalanan menelusuri lorong waktu terus berlanjut. Sampailah ruh Aslina di malam yang gelap, kelam dan sangat pekat sehingga dua malaikat dan amalnya yang ada disisinya tak tampak. Tiba-tiba muncul suara orang mengucap : Subnallah, Alhamdulillah dan Allahu Akbar. Tiba-tiba ada yang mengalungkan sesuatu di lehernya. Kalungan itu ternyata tasbih yang memiliki biji 99 butir. ia mlihat chya sprt matahari tp agak kecil. Chaya itu pun bcra kpd ruh Aslina. ''Tolong kau sampaikan kpd umat, u/ brsujud dhadapan Allah.'' Selanjutnya ruh Aslina menyaksikan miliaran manusia dari berbagai abad berkumpul di satu lapangan yang sangat luas. Ruh Aslina hanya berjarak sekitar lima meter dari kumpulan manusia itu. Kumpulan manusia itu berkata : 'Cepatlah kiamat, aku tak tahan lg di sini Ya Allah.'' Manusia-manusia itu jg memohon. ''Tolong kembalikan aku k dunia, aku mau beramal.'' lanjutnya, rata-rata orang yang mati suri merasakan dan melihat hal yang hampir sama.
 'Apa yang disampaikan Aslina, mungkin bukti yang ditunjukkan Allah kepada kita semua, Semoga dapat mengambil pelajaran dari kesaksiaan Aslina. SUBHANALLAH, mari kita tobat

No comments:

Post a Comment